AS Dituding Bohong Soal Osama Bin Laden

Posted by Catatan inovLy Sekedar Berbagi on Tuesday, 12 May 2015

AS Dituding Bohong Soal Osama Bin Laden
Osama Bin Laden

Wartawan Pulitzer Ungkap Kebohongan AS

Osama Bin Laden Ternyata Telah Jadi Tahanan Intelijen Pakistan Sejak 2006


investigasi Amerika Serikat membeberkan kebohongan yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat seputar operasi penyerangan yang menewaskan Osama bin Laden.

Dalam artikel berjudul The Killing of Osama bin Laden,penulis pemenang Pulitzer Prize, Seymour Hersh, menyebutkan, pejabat-pejabat Pakistan bukan hanya tahu soal keberadaan Osama, namun mereka juga menjadikannya sebagai tahanan.

Dalam artikelnya seperti dilansir Deutsche Welle, Selasa (12/5/2015), Hersh mengatakan, pejabat-pejabat tinggi militer Pakistan tahu soal operasi Pasukan Khusus AS di kota Abbottabad, Pakistan pada Mei 2011, yang menewaskan Osama.

Padahal selama ini Pakistan bersikeras bahwa AS bertindak seorang diri tanpa sepengetahuan Pakistan dalam operasi tersebut. Pakistan juga mengklaim bahwa pihaknya tidak tahu-menahu keberadaan Osama. Pemerintah AS pun secara resmi menyampaikan hal yang sama dengan klaim Pakistan tersebut. 

Namun menurut Hersh dalam tulisannya ini, sejak tahun 2006 Osama telah berada di bawah kendali Pakistan dan disembunyikan di Abbottabad.

"Kebohongan paling menyolok adalah bahwa dua pemimpin paling senior militer Pakistan -- Jenderal Ashfaq Parvez Kayani, (mantan) kepala staf militer, dan Jenderal Ahmed Shuja Pasha, (mantan) dirjen ISI (badan intelijen militer Pakistan) -- tak pernah diberi tahu soal misi AS," tulis Hersh.

"Bin Laden telah menjadi tahanan ISI di Abbottabad sejak 2006 ... Kayani dan Pasha tahu sejak awal soal operasi penyerangan itu dan telah memastikan agar dua helikopter yang mengangkut pasukan Seal ke Abbottabad bisa melintasi wilayah udara Pakistan tanpa menimbulkan kecurigaan," tulis Hersh dalam artikelnya.

Dikatakan Hersh, sebagian besar informasi dalam artikelnya ini disampaikan oleh pensiunan pejabat intelijen senior Pakistan, yang tahu soal informasi awal mengenai keberadaan Osama di Abbottabad. Disebutkan Hersh, dari pejabat tersebut didapat keterangan bahwa badan intelijen militer Pakistan, ISI mendeteksi keberadaan Osama pada tahun 2006 dengan membayar sejumlah warga lokal untuk mengkhianati Osama.

"CIA tidak mengetahui keberadaan bin Laden dengan membuntuti kurir-kurirnya, seperti yang diklaim Gedung Putih sejak Mei 2011, namun dari seorang mantan pejabat intelijen senior Pakistan yang diam-diam berkhianat demi mendapatkan hadiah U$ 25 juta yang ditawarkan AS. (detik.com)

Blog, Updated at: 01:02

0 comments:

Post a Comment

Sisihkan waktu anda untuk berkomentar..terimakasih.